Pertanyaan, Perbedaan

Sebenarnya apasih yang akan kamu lakukan ketika seorang yang dulu sangat berharga dihidupmu -sampai kau meninggalkan seseorang yang telah menganggapmu sebagai harta yang paling berharga dihidupnya- telah melupakanmu dan menjalani hidupnya sendiri? Dalam kata lain, ia telah pergi. Bukan hanya secara fisik, melainkan secara jiwa&raganya.

Cintanya telah pergi. Tetapi kau masih sering merindukannya. Sekalipun kau bersama yang lain.
Pertanyaan tertumpuk dibenakmu. Kau memaki dan mengutuk dirimu sendiri "Bodoh. Wanita bodoh. Kenapa kau dulu begitu percaya ucapannya? Ucapannya yang puitis yang membuatmu tenang. Ucapannya yang membuatmu melayang tanpa arah. Ucapannya yang mampu membuatmu harus meminum kardiotonika. Dan. Ucapannya yang sebenarnya hanya bualan semata."

Selain kau memaki dirimu sendiri. Kau juga memakinya. Memaki atas segala ucapannya "Kamu bilang dulu aku yang terbaik dihidupmu! Kamu bilang aku tak seperti mantan-mantanmu yang lainnya! Kamu juga pernah bilang bahwa kamu tak bisa membayangkan bagaimana perihnya hari-harimu ketika tanpa diriku. Aku juga masih ingat ketika kamu bernyanyi untukku. Nyanyian yang aku yakin. Aku percaya. Hanya untukku. Tapi kenapa kau mudah sekali melupakanku? Dalam waktu kurang dari 5bulan kau berhasil menyingkirkan, mengubur dan melupakan kenangan-kenangan kita. Bahkan, aku masih sangat ingat hari dimana aku menyakitinya. Bukan. Bukan menyakitimu, tapi dia yang telah memperlakukanku sesempurna seorang Pangeran dari negeri dongeng yang memperlakukan Puteri kerajaan. Hari dimana pertama kali kau mengajakku berkencan. Hari dimana pertama kali aku berbohong dan berlaku curang terhadapnya. Dan. Hari dimana kau datang kerumahku dengan kemeja panjangmu, dan kacamatamu. Dan lagi. Aku menipunya, akau berbohong padanya. Hubungan kami memang sudah berakhir saat itu. Tapi dia masih memperlakukan bak Puteri kerajaan. Tak sepertimu yang hanya bisa berkata 'Andai aku begini, andai aku begitu'. Pangeran itu tidak pernah berandai. Ia selalu melakukan apa yang pertamakali terbesit dibenaknya. Aku juga ingat bagaimana kau menjelekan semua mantan kekasihmu tanpa terkecuali. Mantan kekasihmu yang kau jalin hubungannya selama 7bulan yang memutuskan hubungannya denganmu karna hal yang sangat masuk akal. Masih kau jelekan. Mantan kekasihmu yang kau bilang genit dan tidak pernah serius menjalin hubungannya denganmu dalam waktu kurang dari satu bulan juga lebih kau bicarakan kejelekannya. Lalu, mantan kekasihmu yang kau jalin kurang lebih 1tahunpun, masih bisa kau jelekan. Lalu wanita yang aku ketahui berprilaku manis yang juga kau jalin dalam waktu kurang dari 2bulan juga kau katakan keburukannya. Dan yang terakhir. Sama, mantan kekasihmu yang kau jalin kurang dari 2bulan juga kau sakiti. Bahkan lebih parah. Kau mengatakan cinta padanya hanya karna takut akan kesendirianmu. Kejombloanmu. Dan rasa perih dihatimu ketika kau tau bahwa aku telah mempunya kekasih. TAPI MENGAPA DULU KAU TETAP NEKAT MENDEKATIKU?!! 2bulan kau tak menyerah hingga akhirnya aku. Seorang wanita tulen. Luluh karna tutur kata dan pengakuan cintamu. Aku masih ingat segalanya. Aku masih ingat kapan aku bisa mendeteksi hatiku bahwa ini cinta. Aku masih ingat. Enam September. Satu hari setelah hari kelahiranmu. Aku masih bisa merasakan jantung yang harus meminum kardiotonika ketika mendapat pesan singkat darimu. Hah. Aku lelah pada hatiku sendiri. Lelah mengingatmu. Lelah melihatmu." kau menarik nafas panjang. Lelah atas segla curahan dihatimu. Lelah atas segala yang terjadi.
Ketika kau teringat kembali bagaimana ia merangkul mesra bahumu. Mencubit lembut pipimu dan mencium hangat tanganmu. Kau sangat menyukai pria yang berani mencium punggung tangan wanita. Karna menurutmu, merekalah pria sejati. Pria yang menghormati wanita.
Kau sangat terjekut ketika ia kembali bersama salah santu mantan kekasihnya. Bukan, bukan kamu. Yang lain. Yang barusan kau bilang berprilaku manis. HAHAHA. Kau tertawa. Kau mertawakan betapa bodohnya pria yang masih kau cintai itu. Hati kecilmu terus berkata untuk melupakannya. Kau sudah mencoba. Mencoba menyingkirkan. Mencoba buta ketika melihatnya. Dan mencoba untuk selalu bersama Pangeranmu.
Sudahlah. Pangeranmu benar-benar pangeran dari negeri dongeng. Hanya Ia yang terbaik untukmu. Sejauh apapun kau coba untuk menghindar. Tuhan akan selalu mendekatkanmu terhadap Pangeranmu. Mungkin itulah jodohmu. Semoga. Berdoa saja.

Karena Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik untukmu.

SIMILAR POSTS

Farmasi

Apasih itu Farmasi? Mungkin sebagian dari kalian yang baca, sudah tau definisi umumnya. Dan mungkin juga belum tau sama sekali Apa Itu Farmasi.
Yap.
Farmasi adalah sebuah bidang keahlian, dimana seseorang mempelajari tentang obat. Baik obat yang berasal dari bahan-bahan kimia atau obat yang berasal dati tumbuhan (jamu). Disini, dipelajari tentang cara pembuatannya, komposisi, penggunaan dan efek samping dari setiap obat tersebut. Disini juga dipelajari bagaiman tubuh merespon obat-obat tersebut. Baik secara mekanik atau kimiawi.
Farmasi juga mempelajari bagaimana cara menyalurkan obat tersebut kepada konsumen atau penjual lainnya (Apotek/IFRS). Farmasi juga mengajari bagaimana memberitahukan cara penggunaan obat, macam-macam obat serta efek sampingnya kepada konsumen dengan baik&sopan.
Farmasi tidak selalu menjadikan penganut ilmunya menjadi seorang apoteker di Rumah Sakit. Sang apoteker pun boleh menjadi Dosen/Guru pengajar dan apoteker di pabrik obat.
Pelajaran-pelajaran produktif di Farmasi pun cukup banyak. Ada yang namanya Farmakologi, Farmakognosi, Ilmu Resep, Manajemen Farmasi, Undang-undang Kesehatan, Ilmu Kesehatan Masyarakat dan pelajaran penunjang lainnya.

Saya adalah siswi kelas 2 SMK di SMK Farmasi Perjuangan dan Peradaban kota Depok. Semester pertama yang saya alami terhadap Farmasi adalah biasa. Karna masuk ke SMK Farmasi merupakan keinginan saya sendiri. Semester kedua saya mulai makin tertarik sehingga nilai-nilai saya menunjukan hal yang cukup menyenangkan. Semester ketiga saya semakin tertarik lagi oleh praktikum kimianya. Dan sekarang, semester keempat. Saya mulai merasakan lelah. Di samping saya baru selesai PKL di RSUD Kota Depok dan harus menyusun laporan berdua dengan teman saya Nayung. Saya harus menempuh Ujian Tengah Semester tanpa penjelasan terlebih dahulu dari masing-masing pengajar. Saya lelah bukan main, laporan PKL saya belum selesai. Masih harus 2x revisi lagi lalu ditambah dengan UTS yang saya harus belajar lebih keras karna pelajarannya sama sekali belum saya mengerti sepenuhnya. Saya sedih bukan main ketika hasil dibagikan. Nilai saya pas-pasan. Sama sekali tidak membuat saya senang. Memang tidak semua nilai saya hancur. Masih banyak juga nilai saya yang sempurna walau tanpa di ajari guru-guru saya. Tapi saya telah membuat orangtua saya sedih. Jujur. Saya mulai stres.

Lalu minggu-minggu ini guru-guru saya mulai bercerita tentang pengalaman ujian kakak kelas yang sulit. Dari 6 ujian yang terdiri dari UPK, TPP, US, UPS, UN & UNKK. UPK & TPP adalah yang paling sulit. Di sana akan di tentukan apakah saya sebagai seorang siswi farmasi. Berhak atau tidak mendapatkan STRTTK (Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknisi Kefarmasian). Sertifikat ini SANGAT PENTING untuk saya dan siswa/i farmasi lainnya untuk mencari pekerjaan. Kalau kami tidak lulus UPK&TPP, kami harus mengulang ujian di Bogor dengan tambahan biaya hampir 800rb. Saya langsung mendengar berita itu dari guru saya. Saya takut. Saya mulai terbebani. Saya tidak mau mengecewakan orangtua dan guru-guru saya. Bayangkan saja, kemarin nilai saya ada yang hanya dapat 70. Guru pengajaranya langsung menghampiri saya, bertanya "Ami ada apa dengan nilaimu? Itu kecil sekali," subhanallah. Farmasi benar-benar keras.

Saya mau bercerita sedikit tentang perasaan saya saat ini.
Jujur, saya ingin memutar waktu. Kembali ke pemilihan penjuruan SMA/SMK. Seandainya bisa, saya akan mengambil SMA Negeri di kota saya. Kebetulan NEM saya waktu itu sangat cukup untuk masuk SMA Negeri. Tapi saya & orangtua saya memilih untuk mengambil SMK Farmasi. Seandainya lagi, saya masuk SMA, saya akan mengambil jurusan IPA dan kuliah di Sastra. Saya benar-benar mulai pusing dengan farmasi. Padahal sebenarnya, pengalaman saya PKL. Sekolah dan kerja sangat jauh berbeda! Jauh lebih enak kerja. Tapi kenapa sekolahnya sulit sekali??????? YaAllah.

Astaghfirullahaladzim.
Saya mengeluh. Padahal saya tau, Allah menempatkan saya di SMK Farmasi karna Allah tau bahwa saya bisa! Saya jauh lebih bisa dari apa yang tidak pernah saya fikirkan. Allah selalu memberikan yang terbaik. Allah tidak mungkin memberikan kita jalan dengan kesulitan. Allah akan selalu memberi kemudahan bila seseorang menjalaninya dengan sepenuh hati.

Ya..
Mulai saat ini, saya akan kembali seperti semester-semester lainnya; tertarik dengan dunia farmasi dan menjalani dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Saya bisa!
Ingat: ALLAH SELALU MEMBERIKAN YANG TERBAIK.
Bersabar.... Ikhlas menjalankan.... Tenang..... Kerja keras..... Jalani sepenuh hati..... Dan selalu ingat orangtua dan kemanisan masa depan yang akan di peroleh.

Oke.
Semangat!

HUJAN


Hujan adalah air yang menggumpal di awan dan di turunkan ke bumi. Air itu berasal dari penguapan laut oleh matahari.

Waktu kecil, aku pengen banget mandi hujan. Tapi sayang, Umi selalu forbidden. Karena, kalau hujan aku hanya bisa berdiam diri dirumah. Little Ami adalah anak yang aktif, yang selalu bermain kesana kesini. Temannya dimana-mana. Ia tidak pernah tidur siang, tidak pernah mau. Dan kalau hujan turun, Ia hanya memandangi hujan dari jendela rumah. Ia juga suka aroma hujan di musim kemarau.

Beberapa bulan lalu, aku masih biasa saja terhadap hujan. Malah karena hujan yang selalu turun membuat aku senang akan hujan, aroma hujan, aku selaluuuu suka. Aku juga pernah hujan-hujanan sepulang dari lomba Tari Saman. Dan aku senang akan hal itu, hari itu, sore itu, hujan itu. Sungguh indah. Saat itu aku lagi putus dari Gusti, tapi Gusti selalu ada dan akan selalu ada.

Sampai pada waktu itu, hujan membuat aku dan Gusti bertengkar hebat dan membuatku tidak mau menghubunginya seharian. Karna hujan pula aku menangis. Aku pernah sampai tidak pulang kerumah juga karna hujan. Hujan juga membuat tubuhku basah, lepek, pelembap yang aku pakai pun ikut luntur karna hujan. Aku benci hujan. Sampai saat ini.

Kemarin sebelum berangkat dines malam, hujan tiba-tiba turun dengan deras. Memang, akhir-akhir ini hujan sering turun dengan mendadak dan langsung deras dan kemudian….hilang. Tidak hujan lagi.
Saat itu, aku baru sampai jembatan tanah baru, hujan langsung turun dan aku berteriak “GUSTI NEDUH!!!! AMI BENCI HUJAN!!! AMI GASUKA HUJAN!!! AMI NANGIS NIH!! CEPETANNN” aku mulai degdegan dan Gusti cuma jawab “Iya iya di Indomart sana kita neduhnya,” tidak lama kemudian, Gusti memarkir motor di depan Indomart. Aku masuk kedalam dan berharap tidak kena hujan. Aku benar-benar benci hujan.
Lima menit kemudian hujan berhenti. Aku bersama Gusti melanjutkan perjalanan. Aku masih degdegan sekaligus takut hujan turun lagi. Tapi Alhamdulillah hujan tidak turun sesampainya aku di RSUD Kota Depok.

Hujan….entah apa yang terjadi, mengetik ini pun membuatku degdegan mengingat hujan. Aku benar-benar tidak suka hujan. Sangat menyakitkan. Tetapi aroma hujan dikala panas. Aku suka. Tapi tak suka hujannya.

SIMILAR POSTS

BLOWN AWAY



Dry lightning cracks across the skies
Those storm clouds gather in her eyes
Her daddy was a mean old mister
Mama was an angel in the ground
The weather man called for a twister
She prayed blow it down

There's not enough rain in Oklahoma
To wash the sins out of that house
There's not enough wind in Oklahoma
To rip the nails out of the past

[Chorus:]
Shatter every window 'til it's all blown away,
Every brick, every board, every slamming door blown away
'Til there's nothing left standing, nothing left of yesterday
Every tear-soaked whiskey memory blown away,
Blown away

She heard those sirens screaming out
Her daddy laid there passed out on the couch
She locked herself in the cellar
Listened to the screaming of the wind
Some people call it taking shelter
She called it sweet revenge

[Chorus:]
Shatter every window 'til it's all blown away,
Every brick, every board, every slamming door blown away
'Til there's nothing left standing, nothing left of yesterday
Every tear-soaked whiskey memory blown away,
Blown away

There's not enough rain in Oklahoma
To wash the sins out of that house
There's not enough wind in Oklahoma
To rip the nails out of the past

Shatter every window 'til it's all blown away (blown away)
Every brick, every board, every slamming door blown away (blown away)
'Til there's nothing left standing, nothing left of yesterday (blown away)
Every tear-soaked whiskey memory blown away,

Blown away, blown away, blown away, blown away, blown away


SIMILAR POSTS

Remembering Sunday


He woke up from dreaming and put on his shoesStarted making his way past two in the morningHe hasn't been sober for days

Leaning now into the breeze remembering SundayHe falls to his knees, they had breakfast togetherBut two eggs don't last like the feeling of what he needs

Now this place seems familiar to himShe pulled on his hand with a devilish grinShe led him upstairs, she led him upstairsLeft him dying to get in

Forgive me, I'm trying to findMy calling, I'm calling at nightI don't mean to be a bother, but have you seen this girl?She's been running through my dreamsAnd it's driving me crazy, it seemsI'm gonna ask her to marry me

And even though she doesn't believe in loveHe's determined to call her bluffWho could deny these butterflies?They're filling his gut

Waking the neighbors, unfamiliar facesHe pleads though he triesBut he's only deniedNow he's dying to get inside

Forgive me, I'm trying to findMy calling, I'm calling at nightI don't mean to be a bother, but have you seen this girl?She's been running through my dreamsAnd it's driving me crazy, it seemsI'm gonna ask her to marry me

There's a neighbor said, she moved awayFunny how it rained all dayI didn't think much of it thenBut it's starting to all make sense

Oh, I can see nowThat all of these clouds are following meIn my desperate endeavorTo find my whoever, wherever she may be

I'm not coming back, I've done something so terribleI'm terrified to speak but you'd expect that from meI'm mixed up, I'll be bluntNow the rain is just washing you out of my hair

And out of my mind, keeping an eye on the worldSo many thousands of feet off the groundI'm over you now, I'm at home in the cloudsTowering over your head

Well I guess I'll go home nowI guess I'll go home nowI guess I'll go home nowI guess I'll go home

SIMILAR POSTS

Cara Melihat Tweets Archieve

Hi, you're my readers? Perfectly yes. Kali ini, aku mau berbagi Cara Melihat Tweets Archieve.

1.

Masuk ke twitter terlebih dahulu.

(Log-in to twitter first)

2.

Klik 'Settings'

(Klik 'Settings')

3.


setelah kamu klik 'Settings' biarkan loadingnya sampai selesai, jangan klik apapun tapi turunkan mouse sampai kebawah dan kamu bertemu kalimat 'Request your archieve' yang aku lingkari merah dan klik.

(after you klik 'Settings' let them loading till loading is finished, dont klik anything but scroll down your mouse until you meet the sentences 'Request your archieve' that I used to red circle and klik)

4.


setelah kamu klik 'Request your archieve' pihak twitter akan mengirim mu sebuah email. Nah, cek emailnya!

(after you klik 'Request your archieve' the twitter will send you an email. So, go check you email!)

5.


kau akan menerima email seperti ini. Lalu, kau harus klik "Go now' yang aku lingkari merah.

(you will receive the email like this. And then, you have to klik "Go now" the below that I used to red circle)

6.


'Go now' yang tadi membawamu ke tahap ini, jadi kamu harus klik 'Download'

(the 'Go now' bring you to this step, so you have klik 'Download')

7.


download di mulai...mohon tunggu sampai downloadnya selesai. Kalau sudah selesai, klik file nya.

(the download is begin.....please wait until the download is done. If has done, klik the file)

8.

dan ini dia! Klik dua kali terhadap file yang '....html'

(and this is. Double klik the file that have '....html')

9.


dan SELESAI!!! Stepnya sudah selesai! Dan inilah tweet pertamaku. Apa tweet pertamamu?

(and DONE!!! The step is complete! And this is my first tweet. What's your first tweet?)


Silahkan mencoba! Lucky guy!

The Story of Us

Aku fikir aku udah pernah post lagu ini. Tapi ternyata masih di draft aku edit deh jadinye, huehehehe.


I used to think one day we'd tell the story of us,
How we met and the sparks flew instantly,
People would say, "They're the lucky ones."
I used to know my place was a spot next to you,
Now I'm searching the room for an empty seat,
'Cause lately I don't even know what page you're on.

Oh, a simple complication,
Miscommunications lead to fall-out.
So many things that I wish you knew,
So many walls that I can't break through.

Now I'm standing alone in a crowded room and we're not speaking,
And I'm dying to know is it killing you like it's killing me, yeah?
I don't know what to say, since the twist of fate when it all broke down,
And the story of us looks a lot like a tragedy now.

Next chapter.

How'd we end up this way?
See me nervously pulling at my clothes and trying to look busy,
And you're doing your best to avoid me.
I'm starting to think one day I'll tell the story of us,
How I was losing my mind when I saw you here,
But you held your pride like you should've held me.

Oh, I'm scared to see the ending,
Why are we pretending this is nothing?
I'd tell you I miss you but I don't know how,
I've never heard silence quite this loud.

Now I'm standing alone in a crowded room and we're not speaking,
And I'm dying to know is it killing you like it's killing me, yeah?
I don't know what to say, since the twist of fate when it all broke down,
And the story of us looks a lot like a tragedy now.
This is looking like a contest,
Of who can act like they care less,
But I liked it better when you were on my side.
The battle's in your hands now,
But I would lay my armor down
If you said you'd rather love than fight.
So many things that you wished I knew,
But the story of us might be ending soon.
Now I'm standing alone in a crowded room and we're not speaking,
And I'm dying to know is it killing you like it's killing me, yeah?
I don't know what to say, since the twist of fate when it all broke down,
And the story of us looks a lot like a tragedy now, now, now.
And we're not speaking,
And I'm dying to know is it killing you like it's killing me, yeah?
I don't know what to say, since the twist of fate 'cause we're going down,
And the story of us looks a lot like a tragedy now.

The end








Pra-Selama-Pasca Menstruasi


Sebagai seorang perempuan yang mengalami menstruasi, aku cukup keganggu sama perubahan hormone yang ada. Mulai dari tumbuh jerawat, makan kadang gak nafsu dan malah kadang makan mulu sampe emosi yang gak stabil. Marah-marah ataupun nangis tanpa hal yang pasti. Hal ini aku alamin dari pra, selama dan pasca menstruasi.

Seperti pra menstruasi misalnya. Waktu itu hujan seras durun dari abis ashar sampe maghrib. Dan Gusti tetep jemput ke RSUD Depok. Bukannya terimakasih, aku malah ngomel-ngomel. Ngusir malah dan Gusti bilang “Aku udah bela-belain ujan-ujanan, kedinginan, basah kuyup demi jemput kamu. Tapi kamu malah ngusir?” aku bales “Kan udah aku bilang gausah jemput. Kenapa masih jemput juga?” Gusti cuma bilang “Kamu bilangnya tuh kayak kesel. Ntar kalo gak aku jemput beneran, kamu makin marah?” berantem deh di tengah hujan, di depan pos satpam RSUD Depok. Untung gak ada satpamnya. Akhirnya Gusti bilang “Yaudah kamu gamau aku jemput kan? Mau pulang sendiri kan? Gih sana naik angkot,” tanpa menjawab aku langsung jalan nyari angkot, 2 menit kemudian angkot dateng. Aku udah mau naik tapi Gusti narik dan maksa aku buat naik ke motornya. Jalan lah motornya Gusti sehabis aku naik. Baru mau sampai Yapan, motor Gusti berhenti buat neduh karena hujan turun lagi. Kami udah lepek karna selama perjalanan gerimis-gerimisan. Gusti akhirnya bilang “Sana kamu naik angkot,” tanpa menjawab aku langsung naik angkot. Dari kejauhan aku denger Gusti manggil. Tapi aku tetep naik angkot. Aku udah bener-bener gapeduli. Enak banget ngusirnya. Gusti ngikutin angkot aku dari belakang. Dia SMS dan nelfonin aku tapi aku sama sekali gak respon. Sampai di kantor pos, aku turun dari angkot karna masih harus nyambung angkot lagi. Aku nungguin tapi angkot sambungannya gak dateng-dateng. Akhirnya Gusti maksa aku buat naik motor sama dia sampe rumah. Awalnya aku gamau karna udah terlalu kesel. Tapi akhirnya aku naik juga karna emang udah jam 8 malem dan gak ada angkot lagi. Dari malam itu sampe keesokannya SMS-SMS Gusti gak aku bales-bales. Sehabis maghrib dia kerumah nganter aku dines malem. Hujan turun lagi dan aku mulai kesal karna Gusti bawel nyuruh aku pake jaket. Anehnya, di DTC mendadak aku nangis dan teriak “Ami benci hujan! Ami gasuka hujan!” Gusti cuma nenangin dan bilang “Cep cep ya cantik, jangan nangis lagi. Dikit lagi kita sampe, ntar agak maleman aku kesana bawain makanan,” tapi aku tetep nangis tapi kali ini nangisnya 
agak tenang gak ngamuk-ngamuk kayak pas di DTC.

Beberapa hari setelah itu, aku masuk siang dan pulang maghrib. Pas mau pulang, hujan deras banget turun, aku milih nunggu di Depo Umum sambil nonton film karna gak ada pasien. Pas isya dan udah mau tutup, aku nyamperin Nayung ke Depo Jaminan. Aku nangis karna gabisa pulang. Aku inget kejadian waktu itu kalau jam segini udah gak ada angkot. Gusti gamau jemput karna hujannya bener-bener deras. Jadi lah aku nginep di rumah Kak Lia (seorang Asisten Apoteker yang kerja di RSUD) bareng Kak Armibi (Asisten Apoteker) dengan persetujuan Umi tentunya, di perjalanan kerumah Kak Lia aku masih nangis di bawah payung karna sedih gabisa pulang. Setelah jalan sekitar 5menit, akhirnya sampe di rumah Kak Lia. Di sana aku langsung mandi dan dikasih pinjem baju Kak Lia. Abis mandi, aku minta pembalut Kak Lia karna aku ngeflek. Abis pake pembalut  aku liat hp, Gusti marah-marah nyuruh aku pulang. Padahal jam sudah menunjukan pukul 9 malam. Tega banget ya. Trus dia marah-marah karna gabisa telfonan dan segala macem dia permasalahin. Aku gak bales SMS nya karna males berantem. Akhirnya Gusti sendiri minta maaf dan SMS terus-terusan.  Sekitar jam10 aku udah tidur tapi Kak Lia sama Kak Arimbi masih bikin kartu stok. Gatau jam berapa dan gatau siapa, salah satu dari Kak Lia dan Kak Arimbi makein aku selimut. Mungkin mereka liat aku gemeteran karna mulai kedinginan. Aku kembali sedikit hangat karna di pakein selimut.

Sekitar jam setengah4 aku kebangun, aku liat hp ku yang redup karna batrenya tinggal 4% disana banyak SMS dan missed call dari keluarga dan Gusti. Aku cuma baca dan kembali tidur. Jam6 aku bangun, dan langsung ganti baju. Sekitar jam7, Kak Arimbi berangkat ke RSUD karna dia masuk pagi, sedangkan Kak Lia masuk siang. Aku ikut ke depan bareng Kak Arimbi, dan Kak Lia kembali tidur. Aku nungguin Gusti jemput ke RSUD lama banget. Aku sampe nangis diliatin orang. Aku gapeduli. Aku nangis terus tapi gak kejer. Cumin, airmatanya turun terus. Akhirnya Gusti sampe dan aku nangis lagi di punggungnya dia. Kali ini nangisnya kejer banget. Gusti cuma ngelus-ngelus pipi aku nyuruh aku tenang. Akhirnya aku tenang. Sampe rumah aku tidur lagi.

Sebelum jadwal bulananku datang, aku sempet kurang tidur. Sampe-sampe, aku tidur jam 5sore, bangun-bangun jam setengah6 pagi. Bener-bener capek bukan main. Di tambah 3 hari sebelumnya aku masuk malem lagi, kemudian ada mabid di sekolah. Walaupun gak nginep, tetep aja aku tidur jam setengah12 malem. Aku lelah bukan main. Sampai-sampai Gusti kena ocehanku terus, gak dikit juga aku lebih milih diem. Kalau lagi gak ada pasien, aku meremin mata.

Sampe-sampe pas waktu bulanannya tiba, aku masih kecapekan. Pulang dari RSUD aku marah-marah karna charger handphoneku di bawa Mas Okdi. Aku kesel sampe nangis. Makan jadi gak nafsu. Aku tidur sembari nunggu Mas Okdi pulang. Mas Okdi pulang-pulang bangunin aku, nanya “Dokter ganteng di RSUD namanya siapa?” aku gak jawab, langsung aku semprot “CHARGER GUE MANA? LANCANG LU EMANG!” Mas Okdi ikut kesel aku gituin. Gapeduli deh yang penting hp aku bisa di charge. Yaudah aku kembali tidur.

Biasanya sih, pasca menstruasi. Hormon yang di susun kembali oleh tubuh cuma beberapa hari. Jadi emosi aku gak stabil cuma beberapa hari. Untung Gusti ngerti kenapa aku ngomel-ngomel terus dan dia gak dendam. Apalagi benci. Hehehe

Jumat, 03 Mei 2013

Pertanyaan, Perbedaan

Sebenarnya apasih yang akan kamu lakukan ketika seorang yang dulu sangat berharga dihidupmu -sampai kau meninggalkan seseorang yang telah menganggapmu sebagai harta yang paling berharga dihidupnya- telah melupakanmu dan menjalani hidupnya sendiri? Dalam kata lain, ia telah pergi. Bukan hanya secara fisik, melainkan secara jiwa&raganya.

Cintanya telah pergi. Tetapi kau masih sering merindukannya. Sekalipun kau bersama yang lain.
Pertanyaan tertumpuk dibenakmu. Kau memaki dan mengutuk dirimu sendiri "Bodoh. Wanita bodoh. Kenapa kau dulu begitu percaya ucapannya? Ucapannya yang puitis yang membuatmu tenang. Ucapannya yang membuatmu melayang tanpa arah. Ucapannya yang mampu membuatmu harus meminum kardiotonika. Dan. Ucapannya yang sebenarnya hanya bualan semata."

Selain kau memaki dirimu sendiri. Kau juga memakinya. Memaki atas segala ucapannya "Kamu bilang dulu aku yang terbaik dihidupmu! Kamu bilang aku tak seperti mantan-mantanmu yang lainnya! Kamu juga pernah bilang bahwa kamu tak bisa membayangkan bagaimana perihnya hari-harimu ketika tanpa diriku. Aku juga masih ingat ketika kamu bernyanyi untukku. Nyanyian yang aku yakin. Aku percaya. Hanya untukku. Tapi kenapa kau mudah sekali melupakanku? Dalam waktu kurang dari 5bulan kau berhasil menyingkirkan, mengubur dan melupakan kenangan-kenangan kita. Bahkan, aku masih sangat ingat hari dimana aku menyakitinya. Bukan. Bukan menyakitimu, tapi dia yang telah memperlakukanku sesempurna seorang Pangeran dari negeri dongeng yang memperlakukan Puteri kerajaan. Hari dimana pertama kali kau mengajakku berkencan. Hari dimana pertama kali aku berbohong dan berlaku curang terhadapnya. Dan. Hari dimana kau datang kerumahku dengan kemeja panjangmu, dan kacamatamu. Dan lagi. Aku menipunya, akau berbohong padanya. Hubungan kami memang sudah berakhir saat itu. Tapi dia masih memperlakukan bak Puteri kerajaan. Tak sepertimu yang hanya bisa berkata 'Andai aku begini, andai aku begitu'. Pangeran itu tidak pernah berandai. Ia selalu melakukan apa yang pertamakali terbesit dibenaknya. Aku juga ingat bagaimana kau menjelekan semua mantan kekasihmu tanpa terkecuali. Mantan kekasihmu yang kau jalin hubungannya selama 7bulan yang memutuskan hubungannya denganmu karna hal yang sangat masuk akal. Masih kau jelekan. Mantan kekasihmu yang kau bilang genit dan tidak pernah serius menjalin hubungannya denganmu dalam waktu kurang dari satu bulan juga lebih kau bicarakan kejelekannya. Lalu, mantan kekasihmu yang kau jalin kurang lebih 1tahunpun, masih bisa kau jelekan. Lalu wanita yang aku ketahui berprilaku manis yang juga kau jalin dalam waktu kurang dari 2bulan juga kau katakan keburukannya. Dan yang terakhir. Sama, mantan kekasihmu yang kau jalin kurang dari 2bulan juga kau sakiti. Bahkan lebih parah. Kau mengatakan cinta padanya hanya karna takut akan kesendirianmu. Kejombloanmu. Dan rasa perih dihatimu ketika kau tau bahwa aku telah mempunya kekasih. TAPI MENGAPA DULU KAU TETAP NEKAT MENDEKATIKU?!! 2bulan kau tak menyerah hingga akhirnya aku. Seorang wanita tulen. Luluh karna tutur kata dan pengakuan cintamu. Aku masih ingat segalanya. Aku masih ingat kapan aku bisa mendeteksi hatiku bahwa ini cinta. Aku masih ingat. Enam September. Satu hari setelah hari kelahiranmu. Aku masih bisa merasakan jantung yang harus meminum kardiotonika ketika mendapat pesan singkat darimu. Hah. Aku lelah pada hatiku sendiri. Lelah mengingatmu. Lelah melihatmu." kau menarik nafas panjang. Lelah atas segla curahan dihatimu. Lelah atas segala yang terjadi.
Ketika kau teringat kembali bagaimana ia merangkul mesra bahumu. Mencubit lembut pipimu dan mencium hangat tanganmu. Kau sangat menyukai pria yang berani mencium punggung tangan wanita. Karna menurutmu, merekalah pria sejati. Pria yang menghormati wanita.
Kau sangat terjekut ketika ia kembali bersama salah santu mantan kekasihnya. Bukan, bukan kamu. Yang lain. Yang barusan kau bilang berprilaku manis. HAHAHA. Kau tertawa. Kau mertawakan betapa bodohnya pria yang masih kau cintai itu. Hati kecilmu terus berkata untuk melupakannya. Kau sudah mencoba. Mencoba menyingkirkan. Mencoba buta ketika melihatnya. Dan mencoba untuk selalu bersama Pangeranmu.
Sudahlah. Pangeranmu benar-benar pangeran dari negeri dongeng. Hanya Ia yang terbaik untukmu. Sejauh apapun kau coba untuk menghindar. Tuhan akan selalu mendekatkanmu terhadap Pangeranmu. Mungkin itulah jodohmu. Semoga. Berdoa saja.

Karena Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik untukmu.

Rabu, 03 April 2013

Farmasi

Apasih itu Farmasi? Mungkin sebagian dari kalian yang baca, sudah tau definisi umumnya. Dan mungkin juga belum tau sama sekali Apa Itu Farmasi.
Yap.
Farmasi adalah sebuah bidang keahlian, dimana seseorang mempelajari tentang obat. Baik obat yang berasal dari bahan-bahan kimia atau obat yang berasal dati tumbuhan (jamu). Disini, dipelajari tentang cara pembuatannya, komposisi, penggunaan dan efek samping dari setiap obat tersebut. Disini juga dipelajari bagaiman tubuh merespon obat-obat tersebut. Baik secara mekanik atau kimiawi.
Farmasi juga mempelajari bagaimana cara menyalurkan obat tersebut kepada konsumen atau penjual lainnya (Apotek/IFRS). Farmasi juga mengajari bagaimana memberitahukan cara penggunaan obat, macam-macam obat serta efek sampingnya kepada konsumen dengan baik&sopan.
Farmasi tidak selalu menjadikan penganut ilmunya menjadi seorang apoteker di Rumah Sakit. Sang apoteker pun boleh menjadi Dosen/Guru pengajar dan apoteker di pabrik obat.
Pelajaran-pelajaran produktif di Farmasi pun cukup banyak. Ada yang namanya Farmakologi, Farmakognosi, Ilmu Resep, Manajemen Farmasi, Undang-undang Kesehatan, Ilmu Kesehatan Masyarakat dan pelajaran penunjang lainnya.

Saya adalah siswi kelas 2 SMK di SMK Farmasi Perjuangan dan Peradaban kota Depok. Semester pertama yang saya alami terhadap Farmasi adalah biasa. Karna masuk ke SMK Farmasi merupakan keinginan saya sendiri. Semester kedua saya mulai makin tertarik sehingga nilai-nilai saya menunjukan hal yang cukup menyenangkan. Semester ketiga saya semakin tertarik lagi oleh praktikum kimianya. Dan sekarang, semester keempat. Saya mulai merasakan lelah. Di samping saya baru selesai PKL di RSUD Kota Depok dan harus menyusun laporan berdua dengan teman saya Nayung. Saya harus menempuh Ujian Tengah Semester tanpa penjelasan terlebih dahulu dari masing-masing pengajar. Saya lelah bukan main, laporan PKL saya belum selesai. Masih harus 2x revisi lagi lalu ditambah dengan UTS yang saya harus belajar lebih keras karna pelajarannya sama sekali belum saya mengerti sepenuhnya. Saya sedih bukan main ketika hasil dibagikan. Nilai saya pas-pasan. Sama sekali tidak membuat saya senang. Memang tidak semua nilai saya hancur. Masih banyak juga nilai saya yang sempurna walau tanpa di ajari guru-guru saya. Tapi saya telah membuat orangtua saya sedih. Jujur. Saya mulai stres.

Lalu minggu-minggu ini guru-guru saya mulai bercerita tentang pengalaman ujian kakak kelas yang sulit. Dari 6 ujian yang terdiri dari UPK, TPP, US, UPS, UN & UNKK. UPK & TPP adalah yang paling sulit. Di sana akan di tentukan apakah saya sebagai seorang siswi farmasi. Berhak atau tidak mendapatkan STRTTK (Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknisi Kefarmasian). Sertifikat ini SANGAT PENTING untuk saya dan siswa/i farmasi lainnya untuk mencari pekerjaan. Kalau kami tidak lulus UPK&TPP, kami harus mengulang ujian di Bogor dengan tambahan biaya hampir 800rb. Saya langsung mendengar berita itu dari guru saya. Saya takut. Saya mulai terbebani. Saya tidak mau mengecewakan orangtua dan guru-guru saya. Bayangkan saja, kemarin nilai saya ada yang hanya dapat 70. Guru pengajaranya langsung menghampiri saya, bertanya "Ami ada apa dengan nilaimu? Itu kecil sekali," subhanallah. Farmasi benar-benar keras.

Saya mau bercerita sedikit tentang perasaan saya saat ini.
Jujur, saya ingin memutar waktu. Kembali ke pemilihan penjuruan SMA/SMK. Seandainya bisa, saya akan mengambil SMA Negeri di kota saya. Kebetulan NEM saya waktu itu sangat cukup untuk masuk SMA Negeri. Tapi saya & orangtua saya memilih untuk mengambil SMK Farmasi. Seandainya lagi, saya masuk SMA, saya akan mengambil jurusan IPA dan kuliah di Sastra. Saya benar-benar mulai pusing dengan farmasi. Padahal sebenarnya, pengalaman saya PKL. Sekolah dan kerja sangat jauh berbeda! Jauh lebih enak kerja. Tapi kenapa sekolahnya sulit sekali??????? YaAllah.

Astaghfirullahaladzim.
Saya mengeluh. Padahal saya tau, Allah menempatkan saya di SMK Farmasi karna Allah tau bahwa saya bisa! Saya jauh lebih bisa dari apa yang tidak pernah saya fikirkan. Allah selalu memberikan yang terbaik. Allah tidak mungkin memberikan kita jalan dengan kesulitan. Allah akan selalu memberi kemudahan bila seseorang menjalaninya dengan sepenuh hati.

Ya..
Mulai saat ini, saya akan kembali seperti semester-semester lainnya; tertarik dengan dunia farmasi dan menjalani dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Saya bisa!
Ingat: ALLAH SELALU MEMBERIKAN YANG TERBAIK.
Bersabar.... Ikhlas menjalankan.... Tenang..... Kerja keras..... Jalani sepenuh hati..... Dan selalu ingat orangtua dan kemanisan masa depan yang akan di peroleh.

Oke.
Semangat!

Sabtu, 02 Maret 2013

HUJAN


Hujan adalah air yang menggumpal di awan dan di turunkan ke bumi. Air itu berasal dari penguapan laut oleh matahari.

Waktu kecil, aku pengen banget mandi hujan. Tapi sayang, Umi selalu forbidden. Karena, kalau hujan aku hanya bisa berdiam diri dirumah. Little Ami adalah anak yang aktif, yang selalu bermain kesana kesini. Temannya dimana-mana. Ia tidak pernah tidur siang, tidak pernah mau. Dan kalau hujan turun, Ia hanya memandangi hujan dari jendela rumah. Ia juga suka aroma hujan di musim kemarau.

Beberapa bulan lalu, aku masih biasa saja terhadap hujan. Malah karena hujan yang selalu turun membuat aku senang akan hujan, aroma hujan, aku selaluuuu suka. Aku juga pernah hujan-hujanan sepulang dari lomba Tari Saman. Dan aku senang akan hal itu, hari itu, sore itu, hujan itu. Sungguh indah. Saat itu aku lagi putus dari Gusti, tapi Gusti selalu ada dan akan selalu ada.

Sampai pada waktu itu, hujan membuat aku dan Gusti bertengkar hebat dan membuatku tidak mau menghubunginya seharian. Karna hujan pula aku menangis. Aku pernah sampai tidak pulang kerumah juga karna hujan. Hujan juga membuat tubuhku basah, lepek, pelembap yang aku pakai pun ikut luntur karna hujan. Aku benci hujan. Sampai saat ini.

Kemarin sebelum berangkat dines malam, hujan tiba-tiba turun dengan deras. Memang, akhir-akhir ini hujan sering turun dengan mendadak dan langsung deras dan kemudian….hilang. Tidak hujan lagi.
Saat itu, aku baru sampai jembatan tanah baru, hujan langsung turun dan aku berteriak “GUSTI NEDUH!!!! AMI BENCI HUJAN!!! AMI GASUKA HUJAN!!! AMI NANGIS NIH!! CEPETANNN” aku mulai degdegan dan Gusti cuma jawab “Iya iya di Indomart sana kita neduhnya,” tidak lama kemudian, Gusti memarkir motor di depan Indomart. Aku masuk kedalam dan berharap tidak kena hujan. Aku benar-benar benci hujan.
Lima menit kemudian hujan berhenti. Aku bersama Gusti melanjutkan perjalanan. Aku masih degdegan sekaligus takut hujan turun lagi. Tapi Alhamdulillah hujan tidak turun sesampainya aku di RSUD Kota Depok.

Hujan….entah apa yang terjadi, mengetik ini pun membuatku degdegan mengingat hujan. Aku benar-benar tidak suka hujan. Sangat menyakitkan. Tetapi aroma hujan dikala panas. Aku suka. Tapi tak suka hujannya.

BLOWN AWAY



Dry lightning cracks across the skies
Those storm clouds gather in her eyes
Her daddy was a mean old mister
Mama was an angel in the ground
The weather man called for a twister
She prayed blow it down

There's not enough rain in Oklahoma
To wash the sins out of that house
There's not enough wind in Oklahoma
To rip the nails out of the past

[Chorus:]
Shatter every window 'til it's all blown away,
Every brick, every board, every slamming door blown away
'Til there's nothing left standing, nothing left of yesterday
Every tear-soaked whiskey memory blown away,
Blown away

She heard those sirens screaming out
Her daddy laid there passed out on the couch
She locked herself in the cellar
Listened to the screaming of the wind
Some people call it taking shelter
She called it sweet revenge

[Chorus:]
Shatter every window 'til it's all blown away,
Every brick, every board, every slamming door blown away
'Til there's nothing left standing, nothing left of yesterday
Every tear-soaked whiskey memory blown away,
Blown away

There's not enough rain in Oklahoma
To wash the sins out of that house
There's not enough wind in Oklahoma
To rip the nails out of the past

Shatter every window 'til it's all blown away (blown away)
Every brick, every board, every slamming door blown away (blown away)
'Til there's nothing left standing, nothing left of yesterday (blown away)
Every tear-soaked whiskey memory blown away,

Blown away, blown away, blown away, blown away, blown away


Remembering Sunday


He woke up from dreaming and put on his shoesStarted making his way past two in the morningHe hasn't been sober for days

Leaning now into the breeze remembering SundayHe falls to his knees, they had breakfast togetherBut two eggs don't last like the feeling of what he needs

Now this place seems familiar to himShe pulled on his hand with a devilish grinShe led him upstairs, she led him upstairsLeft him dying to get in

Forgive me, I'm trying to findMy calling, I'm calling at nightI don't mean to be a bother, but have you seen this girl?She's been running through my dreamsAnd it's driving me crazy, it seemsI'm gonna ask her to marry me

And even though she doesn't believe in loveHe's determined to call her bluffWho could deny these butterflies?They're filling his gut

Waking the neighbors, unfamiliar facesHe pleads though he triesBut he's only deniedNow he's dying to get inside

Forgive me, I'm trying to findMy calling, I'm calling at nightI don't mean to be a bother, but have you seen this girl?She's been running through my dreamsAnd it's driving me crazy, it seemsI'm gonna ask her to marry me

There's a neighbor said, she moved awayFunny how it rained all dayI didn't think much of it thenBut it's starting to all make sense

Oh, I can see nowThat all of these clouds are following meIn my desperate endeavorTo find my whoever, wherever she may be

I'm not coming back, I've done something so terribleI'm terrified to speak but you'd expect that from meI'm mixed up, I'll be bluntNow the rain is just washing you out of my hair

And out of my mind, keeping an eye on the worldSo many thousands of feet off the groundI'm over you now, I'm at home in the cloudsTowering over your head

Well I guess I'll go home nowI guess I'll go home nowI guess I'll go home nowI guess I'll go home

Kamis, 21 Februari 2013

Cara Melihat Tweets Archieve

Hi, you're my readers? Perfectly yes. Kali ini, aku mau berbagi Cara Melihat Tweets Archieve.

1.

Masuk ke twitter terlebih dahulu.

(Log-in to twitter first)

2.

Klik 'Settings'

(Klik 'Settings')

3.


setelah kamu klik 'Settings' biarkan loadingnya sampai selesai, jangan klik apapun tapi turunkan mouse sampai kebawah dan kamu bertemu kalimat 'Request your archieve' yang aku lingkari merah dan klik.

(after you klik 'Settings' let them loading till loading is finished, dont klik anything but scroll down your mouse until you meet the sentences 'Request your archieve' that I used to red circle and klik)

4.


setelah kamu klik 'Request your archieve' pihak twitter akan mengirim mu sebuah email. Nah, cek emailnya!

(after you klik 'Request your archieve' the twitter will send you an email. So, go check you email!)

5.


kau akan menerima email seperti ini. Lalu, kau harus klik "Go now' yang aku lingkari merah.

(you will receive the email like this. And then, you have to klik "Go now" the below that I used to red circle)

6.


'Go now' yang tadi membawamu ke tahap ini, jadi kamu harus klik 'Download'

(the 'Go now' bring you to this step, so you have klik 'Download')

7.


download di mulai...mohon tunggu sampai downloadnya selesai. Kalau sudah selesai, klik file nya.

(the download is begin.....please wait until the download is done. If has done, klik the file)

8.

dan ini dia! Klik dua kali terhadap file yang '....html'

(and this is. Double klik the file that have '....html')

9.


dan SELESAI!!! Stepnya sudah selesai! Dan inilah tweet pertamaku. Apa tweet pertamamu?

(and DONE!!! The step is complete! And this is my first tweet. What's your first tweet?)


Silahkan mencoba! Lucky guy!

Selasa, 19 Februari 2013

The Story of Us

Aku fikir aku udah pernah post lagu ini. Tapi ternyata masih di draft aku edit deh jadinye, huehehehe.


I used to think one day we'd tell the story of us,
How we met and the sparks flew instantly,
People would say, "They're the lucky ones."
I used to know my place was a spot next to you,
Now I'm searching the room for an empty seat,
'Cause lately I don't even know what page you're on.

Oh, a simple complication,
Miscommunications lead to fall-out.
So many things that I wish you knew,
So many walls that I can't break through.

Now I'm standing alone in a crowded room and we're not speaking,
And I'm dying to know is it killing you like it's killing me, yeah?
I don't know what to say, since the twist of fate when it all broke down,
And the story of us looks a lot like a tragedy now.

Next chapter.

How'd we end up this way?
See me nervously pulling at my clothes and trying to look busy,
And you're doing your best to avoid me.
I'm starting to think one day I'll tell the story of us,
How I was losing my mind when I saw you here,
But you held your pride like you should've held me.

Oh, I'm scared to see the ending,
Why are we pretending this is nothing?
I'd tell you I miss you but I don't know how,
I've never heard silence quite this loud.

Now I'm standing alone in a crowded room and we're not speaking,
And I'm dying to know is it killing you like it's killing me, yeah?
I don't know what to say, since the twist of fate when it all broke down,
And the story of us looks a lot like a tragedy now.
This is looking like a contest,
Of who can act like they care less,
But I liked it better when you were on my side.
The battle's in your hands now,
But I would lay my armor down
If you said you'd rather love than fight.
So many things that you wished I knew,
But the story of us might be ending soon.
Now I'm standing alone in a crowded room and we're not speaking,
And I'm dying to know is it killing you like it's killing me, yeah?
I don't know what to say, since the twist of fate when it all broke down,
And the story of us looks a lot like a tragedy now, now, now.
And we're not speaking,
And I'm dying to know is it killing you like it's killing me, yeah?
I don't know what to say, since the twist of fate 'cause we're going down,
And the story of us looks a lot like a tragedy now.

The end








Pra-Selama-Pasca Menstruasi


Sebagai seorang perempuan yang mengalami menstruasi, aku cukup keganggu sama perubahan hormone yang ada. Mulai dari tumbuh jerawat, makan kadang gak nafsu dan malah kadang makan mulu sampe emosi yang gak stabil. Marah-marah ataupun nangis tanpa hal yang pasti. Hal ini aku alamin dari pra, selama dan pasca menstruasi.

Seperti pra menstruasi misalnya. Waktu itu hujan seras durun dari abis ashar sampe maghrib. Dan Gusti tetep jemput ke RSUD Depok. Bukannya terimakasih, aku malah ngomel-ngomel. Ngusir malah dan Gusti bilang “Aku udah bela-belain ujan-ujanan, kedinginan, basah kuyup demi jemput kamu. Tapi kamu malah ngusir?” aku bales “Kan udah aku bilang gausah jemput. Kenapa masih jemput juga?” Gusti cuma bilang “Kamu bilangnya tuh kayak kesel. Ntar kalo gak aku jemput beneran, kamu makin marah?” berantem deh di tengah hujan, di depan pos satpam RSUD Depok. Untung gak ada satpamnya. Akhirnya Gusti bilang “Yaudah kamu gamau aku jemput kan? Mau pulang sendiri kan? Gih sana naik angkot,” tanpa menjawab aku langsung jalan nyari angkot, 2 menit kemudian angkot dateng. Aku udah mau naik tapi Gusti narik dan maksa aku buat naik ke motornya. Jalan lah motornya Gusti sehabis aku naik. Baru mau sampai Yapan, motor Gusti berhenti buat neduh karena hujan turun lagi. Kami udah lepek karna selama perjalanan gerimis-gerimisan. Gusti akhirnya bilang “Sana kamu naik angkot,” tanpa menjawab aku langsung naik angkot. Dari kejauhan aku denger Gusti manggil. Tapi aku tetep naik angkot. Aku udah bener-bener gapeduli. Enak banget ngusirnya. Gusti ngikutin angkot aku dari belakang. Dia SMS dan nelfonin aku tapi aku sama sekali gak respon. Sampai di kantor pos, aku turun dari angkot karna masih harus nyambung angkot lagi. Aku nungguin tapi angkot sambungannya gak dateng-dateng. Akhirnya Gusti maksa aku buat naik motor sama dia sampe rumah. Awalnya aku gamau karna udah terlalu kesel. Tapi akhirnya aku naik juga karna emang udah jam 8 malem dan gak ada angkot lagi. Dari malam itu sampe keesokannya SMS-SMS Gusti gak aku bales-bales. Sehabis maghrib dia kerumah nganter aku dines malem. Hujan turun lagi dan aku mulai kesal karna Gusti bawel nyuruh aku pake jaket. Anehnya, di DTC mendadak aku nangis dan teriak “Ami benci hujan! Ami gasuka hujan!” Gusti cuma nenangin dan bilang “Cep cep ya cantik, jangan nangis lagi. Dikit lagi kita sampe, ntar agak maleman aku kesana bawain makanan,” tapi aku tetep nangis tapi kali ini nangisnya 
agak tenang gak ngamuk-ngamuk kayak pas di DTC.

Beberapa hari setelah itu, aku masuk siang dan pulang maghrib. Pas mau pulang, hujan deras banget turun, aku milih nunggu di Depo Umum sambil nonton film karna gak ada pasien. Pas isya dan udah mau tutup, aku nyamperin Nayung ke Depo Jaminan. Aku nangis karna gabisa pulang. Aku inget kejadian waktu itu kalau jam segini udah gak ada angkot. Gusti gamau jemput karna hujannya bener-bener deras. Jadi lah aku nginep di rumah Kak Lia (seorang Asisten Apoteker yang kerja di RSUD) bareng Kak Armibi (Asisten Apoteker) dengan persetujuan Umi tentunya, di perjalanan kerumah Kak Lia aku masih nangis di bawah payung karna sedih gabisa pulang. Setelah jalan sekitar 5menit, akhirnya sampe di rumah Kak Lia. Di sana aku langsung mandi dan dikasih pinjem baju Kak Lia. Abis mandi, aku minta pembalut Kak Lia karna aku ngeflek. Abis pake pembalut  aku liat hp, Gusti marah-marah nyuruh aku pulang. Padahal jam sudah menunjukan pukul 9 malam. Tega banget ya. Trus dia marah-marah karna gabisa telfonan dan segala macem dia permasalahin. Aku gak bales SMS nya karna males berantem. Akhirnya Gusti sendiri minta maaf dan SMS terus-terusan.  Sekitar jam10 aku udah tidur tapi Kak Lia sama Kak Arimbi masih bikin kartu stok. Gatau jam berapa dan gatau siapa, salah satu dari Kak Lia dan Kak Arimbi makein aku selimut. Mungkin mereka liat aku gemeteran karna mulai kedinginan. Aku kembali sedikit hangat karna di pakein selimut.

Sekitar jam setengah4 aku kebangun, aku liat hp ku yang redup karna batrenya tinggal 4% disana banyak SMS dan missed call dari keluarga dan Gusti. Aku cuma baca dan kembali tidur. Jam6 aku bangun, dan langsung ganti baju. Sekitar jam7, Kak Arimbi berangkat ke RSUD karna dia masuk pagi, sedangkan Kak Lia masuk siang. Aku ikut ke depan bareng Kak Arimbi, dan Kak Lia kembali tidur. Aku nungguin Gusti jemput ke RSUD lama banget. Aku sampe nangis diliatin orang. Aku gapeduli. Aku nangis terus tapi gak kejer. Cumin, airmatanya turun terus. Akhirnya Gusti sampe dan aku nangis lagi di punggungnya dia. Kali ini nangisnya kejer banget. Gusti cuma ngelus-ngelus pipi aku nyuruh aku tenang. Akhirnya aku tenang. Sampe rumah aku tidur lagi.

Sebelum jadwal bulananku datang, aku sempet kurang tidur. Sampe-sampe, aku tidur jam 5sore, bangun-bangun jam setengah6 pagi. Bener-bener capek bukan main. Di tambah 3 hari sebelumnya aku masuk malem lagi, kemudian ada mabid di sekolah. Walaupun gak nginep, tetep aja aku tidur jam setengah12 malem. Aku lelah bukan main. Sampai-sampai Gusti kena ocehanku terus, gak dikit juga aku lebih milih diem. Kalau lagi gak ada pasien, aku meremin mata.

Sampe-sampe pas waktu bulanannya tiba, aku masih kecapekan. Pulang dari RSUD aku marah-marah karna charger handphoneku di bawa Mas Okdi. Aku kesel sampe nangis. Makan jadi gak nafsu. Aku tidur sembari nunggu Mas Okdi pulang. Mas Okdi pulang-pulang bangunin aku, nanya “Dokter ganteng di RSUD namanya siapa?” aku gak jawab, langsung aku semprot “CHARGER GUE MANA? LANCANG LU EMANG!” Mas Okdi ikut kesel aku gituin. Gapeduli deh yang penting hp aku bisa di charge. Yaudah aku kembali tidur.

Biasanya sih, pasca menstruasi. Hormon yang di susun kembali oleh tubuh cuma beberapa hari. Jadi emosi aku gak stabil cuma beberapa hari. Untung Gusti ngerti kenapa aku ngomel-ngomel terus dan dia gak dendam. Apalagi benci. Hehehe